SEMARANG — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti membuka TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2026 di Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, Selasa (13/10). Hingga 11 November 2026, program ini melibatkan TNI, Pemerintah Kota Semarang, BAZNAS, dan masyarakat dalam peningkatan jalan penghubung, pembangunan talud, rehabilitasi 10 rumah tidak layak huni (RTLH), serta penyediaan fasilitas air di lingkungan warga.

Agustina menekankan pentingnya kerja bersama agar pembangunan menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menumbuhkan kepedulian untuk merawat hasilnya.

“Pembangunan membutuhkan kebersamaan. Dukungan TNI, masyarakat, dan berbagai pihak menjadi kekuatan untuk menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan warga,” ujar Agustina.

Pada sasaran fisik, TMMD mencakup peningkatan jalan penghubung di RT 03 dan RT 07 RW 03. Pekerjaan meliputi peninggian jalan, pemasangan paving, dan pembangunan talud. Ruas sepanjang 130 meter dengan lebar 3,5 meter didukung Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Tengah, sedangkan ruas sepanjang 105 meter dengan lebar 3,5 meter dibiayai APBD Kota Semarang.

Program ini juga mencakup rehabilitasi 10 unit RTLH dengan dukungan BAZNAS Kota Semarang serta penyediaan satu paket tandon air beserta instalasinya di Masjid I’tikaf Al-Mubarok, RT 3 RW 6, Jalan Kyai Morang.

Penanganan rumah tidak layak huni menjadi bagian dari upaya yang lebih luas di Kota Semarang. Pada 2026, pemerintah kota menargetkan penanganan 2.500 RTLH. Pencapaian target tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari BAZNAS, dunia usaha, masyarakat, hingga pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

Kegiatan pembukaan TMMD juga diisi penyerahan paket sembako kepada baduta berisiko stunting, pembagian bibit tanaman, serta peninjauan stan bazar warga oleh Agustina. Selama program berlangsung, masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dan keluarga berencana, layanan identitas kependudukan digital, donor darah, serta pelatihan hidroponik, pengelolaan sampah organik, dan pemasaran digital. Kegiatan ekonomi warga turut didukung melalui bazar UMKM/IKM, pasar murah PAK RAHMAN, promosi pangan lokal PISANG LEGI, dan KLINIK PANGAN.

Di tengah persiapan menghadapi musim hujan, pemeliharaan sungai dan saluran juga menjadi perhatian di wilayah sekitar. Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Pemerintah Kota Semarang melakukan pengerukan Sungai Anak Babon sepanjang 700 meter di kawasan Bangetayu Wetan–Penggaron Lor.

Agustina mengajak warga menjaga lingkungan dan merawat fasilitas yang dibangun bersama. Upaya tersebut diperlukan agar infrastruktur tetap berfungsi dan lingkungan lebih siap menghadapi musim hujan.

“Jangan menunggu banjir terjadi untuk mulai bergerak. Kami mengimbau warga tidak membuang sampah ke sungai dan saluran air serta rutin membersihkan drainase di sekitar rumah,” ujar Agustina.

Melalui TMMD, pembangunan fisik di Penggaron Kidul diharapkan dapat mendukung aktivitas sehari-hari warga. Keterlibatan masyarakat dalam pengerjaan dan perawatan juga menjadi bagian penting agar jalan, rumah, dan fasilitas air yang dibangun dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.(fi)