Wolbachia merupakan bakteri yang digunakan untuk menghambat kemampuan nyamuk Aedes aegypti dalam membawa dan menularkan virus dengue.

Dengan adanya Wolbachia, nyamuk tetap dapat menggigit manusia. Namun, kemampuan nyamuk tersebut untuk menularkan virus penyebab DBD menjadi terhambat.

“Walaupun nyamuknya banyak, walaupun digigit, tetapi tidak sampai mengeluarkan virus dengue,” jelas Hakam.

Ia menjelaskan penularan virus dengue terjadi ketika nyamuk menggigit manusia dan memasukkan virus ke dalam tubuh. Kehadiran Wolbachia menghambat proses tersebut sehingga risiko penularan dapat ditekan.

Meski kasus DBD telah turun drastis, program Wolbachia di Kota Semarang masih belum mencakup seluruh wilayah. Sejumlah kelurahan dan kecamatan disebut belum memperoleh program tersebut dalam dua tahun terakhir.

Dinkes Kota Semarang menargetkan wilayah yang belum mendapatkan program Wolbachia dapat diselesaikan pada tahun ini.