Teknologi
Dishub Semarang Periksa Tiga Perlintasan KA, EWS Disiapkan untuk Tekan Risiko Kecelakaan
Dishub Kota Semarang bersama TNI, KAI dan BTP Kelas I Semarang melakukan pemeriksaan tiga perlintasan KA tanpa palang sebagai persiapan penerapan EWS.

SEMARANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang bersama sejumlah instansi terkait mulai mematangkan rencana penerapan Early Warning System (EWS) di perlintasan kereta api tanpa palang pintu.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah join inspection di tiga perlintasan sebidang, yakni Jembawan, Bugen, dan Sukarela Tlogosari, Senin (7/9/2026).
Pemeriksaan tersebut melibatkan unsur TNI, PT Kereta Api Indonesia (KAI), serta Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Semarang. Tim turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi lapangan dan memastikan kesiapan sarana maupun prasarana yang diperlukan.
Rencana pemasangan EWS diharapkan dapat memperkuat sistem keselamatan pada perlintasan yang belum dilengkapi palang pintu. Sistem tersebut nantinya memberikan peringatan kepada pengguna jalan ketika terdapat kereta api yang akan melintas.
Dengan adanya peringatan dini, pengguna jalan diharapkan memiliki waktu untuk berhenti dan memastikan jalur benar-benar aman sebelum melanjutkan perjalanan.
Kepala Seksi Angkutan Barang Perkeretaapian, Sungai dan Danau serta Udara Dishub Kota Semarang, Muhammad Farid, ST, mengatakan pemeriksaan bersama diperlukan untuk memastikan rencana penerapan EWS sesuai dengan kondisi masing-masing lokasi.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari koordinasi bersama untuk memastikan rencana penerapan EWS dapat berjalan dengan baik. Kami berharap keberadaan sistem peringatan dini ini nantinya dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan meminimalkan potensi terjadinya kecelakaan di perlintasan tanpa palang pintu,” ujar Farid.
Ia menambahkan, keberadaan sistem peringatan dini tetap harus dibarengi dengan kedisiplinan pengguna jalan. Masyarakat diminta mematuhi rambu serta tidak mengambil risiko ketika akan melintasi jalur kereta api.
Farid mengimbau pengendara untuk memperlambat kendaraan dan memastikan tidak ada kereta yang akan melintas sebelum menyeberangi perlintasan.
“Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhenti, melihat, dan memastikan kondisi aman sebelum melintasi perlintasan kereta api,” tegasnya.
Hasil join inspection selanjutnya diharapkan dapat mendukung proses persiapan penerapan EWS di tiga lokasi tersebut. Koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan untuk memperkuat keselamatan transportasi di Kota Semarang.
Penerapan EWS diharapkan menjadi salah satu upaya pencegahan kecelakaan sekaligus meningkatkan keamanan pengguna jalan di perlintasan kereta api yang belum memiliki palang pintu. (fi)
Baca juga
Baca Juga
Kategori
Berita Kategori Lainnya
Pilihan Redaksi















