Namun, penerapan teknologi tersebut masih menghadapi tantangan besar. Kecepatan ekstrem membutuhkan sistem yang mampu mengendalikan gaya, panas, struktur lintasan, serta keselamatan secara presisi.

Saat ini, sistem maglev yang beroperasi secara komersial juga masih sangat terbatas. Hingga 2026, tercatat hanya enam sistem kereta maglev yang beroperasi di dunia, yakni tiga di China, dua di Korea Selatan, dan satu di Jepang.

Dengan rekor terbaru di Hubei, China menunjukkan bahwa pengembangan maglev tidak berhenti pada transportasi berkecepatan tinggi. Teknologi ini berpotensi menjadi salah satu fondasi sistem transportasi dan peluncuran berkecepatan ekstrem di masa depan.(*)