ARUMAKATA.COM - Biaya perbaikan mobil listrik berusia tua mulai menjadi perhatian sebagian kalangan di industri otomotif. Salah satu persoalan yang disoroti adalah mahalnya biaya penggantian baterai yang dinilai dapat membuat kendaraan tidak lagi layak diperbaiki.

Persoalan baterai mobil menjadi semakin penting ketika biaya suku cadang dan jasa untuk memperbaiki sistem tegangan tinggi pada kendaraan listrik berusia tua dinilai dapat melampaui nilai mobil itu sendiri. Kondisi tersebut disebut berpotensi memperpendek umur pakai kendaraan.

Hal itu disampaikan petinggi Mobility Aftermarket Bosch, Rupert Hoellbacher, dalam wawancaranya bersama Automobilwoche, media industri otomotif B2B atau business-to-business terkemuka asal Jerman.

Rupert menjelaskan, salah satu penyebab meningkatnya biaya perbaikan berasal dari prosedur servis kendaraan modern yang semakin kompleks.

Menurut dia, bahkan tabrakan ringan dapat membuat kendaraan memerlukan proses diagnosis yang luas. Selain pemeriksaan, kendaraan juga dapat membutuhkan kalibrasi ulang sensor hingga reset perangkat lunak.

"Jika baterai mobil berusia 6 sampai 8 tahun rusak hari ini, itu saat ini kebanyakan berujung total loss," kata Rupert sebagaimana dikutip dalam laporan Automobilwoche, pada Selasa, 29 September 2026.