“Teknologi terus berkembang dan kebutuhan kompetensi juga ikut berubah. Dunia pendidikan perlu mendapatkan akses terhadap perkembangan tersebut agar generasi muda memiliki kesiapan yang lebih baik ketika memasuki dunia kerja,” ujar Chipta.

Ia menambahkan, pengembangan talenta tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi antara sekolah, industri, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk menciptakan kesempatan belajar yang lebih luas bagi generasi muda.

Melalui MoU dengan SMK Negeri 1 Blado, PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah membuka peluang kolaborasi di bidang yang sesuai dengan kompetensi sekolah.

Pengembangan pembelajaran TKJ dan TITL serta penguatan ruang digital menjadi salah satu titik awal kerja sama yang diharapkan dapat berkembang menjadi berbagai program berkelanjutan.

Penandatanganan MoU sekaligus menjadi awal dari kolaborasi tersebut. Tantangan berikutnya adalah memastikan kesepakatan dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang memberikan pengalaman dan manfaat langsung bagi siswa.

Bagi pendidikan vokasi, keterhubungan dengan dunia industri menjadi bagian penting dalam membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan dan kesiapan menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.(fi)