Ekonomi
PLN Icon Plus dan SMKN 1 Blado Perkuat Kolaborasi Pendidikan Vokasi dan Industri
PLN Icon Plus dan SMKN 1 Blado menandatangani MoU untuk memperkuat pendidikan vokasi, mengembangkan kompetensi TKJ dan TITL, serta pembelajaran digital.

SEMARANG — Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri terus didorong untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Langkah tersebut dilakukan PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah bersama SMK Negeri 1 Blado melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Semarang, 20 Agustus 2026.
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembelajaran vokasi yang selaras dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja, khususnya pada bidang Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) serta Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL).
Selain pengembangan kompetensi siswa, kedua pihak turut membahas penguatan sarana pembelajaran, termasuk pengembangan ruang digital di lingkungan SMK Negeri 1 Blado.
Penandatanganan MoU tersebut dihadiri jajaran SMK Negeri 1 Blado, di antaranya Kepala SMK Negeri 1 Blado Bejo Sulasih, S.Pd., M.Pd., bersama Yanto, Septa Ibnu, Widi, dan Syahrul Bagas.
Kepala SMK Negeri 1 Blado, Bejo Sulasih, S.Pd., M.Pd., menilai kemitraan dengan dunia industri menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan vokasi.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang berlangsung cepat menuntut sekolah untuk terus menyesuaikan pola pembelajaran dan fasilitas pendidikan. Di sisi lain, siswa juga perlu memperoleh pengalaman serta wawasan mengenai kebutuhan dunia kerja sejak masih berada di bangku sekolah.
“Kami melihat kerja sama dengan dunia industri sebagai bagian penting dalam pengembangan pendidikan vokasi. Sekolah perlu terus mengikuti perkembangan teknologi, sementara siswa juga membutuhkan ruang belajar yang memungkinkan mereka mengenal kebutuhan dunia kerja sejak dini,” ujar Bejo.
Ia berharap kolaborasi dengan PLN Icon Plus dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kompetensi peserta didik sekaligus mendukung peningkatan kualitas sarana pembelajaran.
Bejo menambahkan, penguatan laboratorium TKJ dan TITL menjadi salah satu kebutuhan yang terus didorong sekolah. Rencana pengembangan ruang digital juga diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Jembatani Sekolah dan Dunia Industri
Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Leandra Agung Tri Radi Putra, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya mempertemukan kebutuhan pendidikan dengan dinamika perkembangan industri.
Menurut Leandra, perubahan teknologi yang berlangsung cepat membuat dunia pendidikan dan industri perlu membangun komunikasi serta kolaborasi yang lebih erat.
“Perubahan teknologi berjalan sangat cepat. Karena itu, sekolah dan industri perlu saling terhubung agar siswa tidak hanya belajar dari teori, tetapi juga memahami perkembangan yang terjadi di dunia kerja,” kata Leandra.
Ia menilai SMK Negeri 1 Blado memiliki potensi untuk dikembangkan, terutama pada kompetensi TKJ dan TITL. Karena itu, kerja sama yang dibangun diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi dapat dilanjutkan melalui berbagai program sesuai kebutuhan sekolah dan perkembangan industri.
Leandra menegaskan pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan sektor industri.
Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia industri yang memiliki pemahaman mengenai kebutuhan kompetensi di lapangan.
Penguatan laboratorium serta pengembangan ruang digital menjadi bagian dari peluang kerja sama yang dapat dikembangkan lebih lanjut antara PLN Icon Plus dan SMK Negeri 1 Blado.
Dorong Pengembangan Talenta
Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, menilai keterlibatan industri dalam pengembangan pendidikan semakin penting seiring pesatnya perubahan teknologi.
Menurutnya, perkembangan teknologi turut membawa perubahan terhadap kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja. Kondisi tersebut membuat lembaga pendidikan perlu memperoleh akses terhadap perkembangan industri agar proses pembelajaran dapat semakin relevan.
“Teknologi terus berkembang dan kebutuhan kompetensi juga ikut berubah. Dunia pendidikan perlu mendapatkan akses terhadap perkembangan tersebut agar generasi muda memiliki kesiapan yang lebih baik ketika memasuki dunia kerja,” ujar Chipta.
Ia menambahkan, pengembangan talenta tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi antara sekolah, industri, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk menciptakan kesempatan belajar yang lebih luas bagi generasi muda.
Melalui MoU dengan SMK Negeri 1 Blado, PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah membuka peluang kolaborasi di bidang yang sesuai dengan kompetensi sekolah.
Pengembangan pembelajaran TKJ dan TITL serta penguatan ruang digital menjadi salah satu titik awal kerja sama yang diharapkan dapat berkembang menjadi berbagai program berkelanjutan.
Penandatanganan MoU sekaligus menjadi awal dari kolaborasi tersebut. Tantangan berikutnya adalah memastikan kesepakatan dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang memberikan pengalaman dan manfaat langsung bagi siswa.
Bagi pendidikan vokasi, keterhubungan dengan dunia industri menjadi bagian penting dalam membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan dan kesiapan menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.(fi)
Baca juga
Baca Juga
Kategori
Berita Kategori Lainnya
Pilihan Redaksi




















