JAKARTA – PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mencatatkan pertumbuhan pendapatan sepanjang Januari-September 2026. Namun, peningkatan pendapatan tersebut belum mampu mendorong kenaikan laba bersih perseroan yang justru mengalami penurunan 23,89 persen secara tahunan.

Dalam laporan kinerja sembilan bulan pertama 2026, PWON membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5,21 triliun. Nilai tersebut naik 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,12 triliun.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan PWON, Minarto Basuki, menyebut pertumbuhan pendapatan tersebut ditopang ketahanan portofolio properti investasi, terutama dari operasional pusat perbelanjaan, perhotelan, dan aset komersial lainnya.

"Pertumbuhan ini mencerminkan ketahanan portofolio properti investasi perseroan yaitu dari kegiatan operasional pusat perbelanjaan, perhotelan, dan aset komersial lainnya,” kata Minarto dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026).

Segmen Mal dan Hotel Jadi Penopang Pendapatan

Kontribusi pendapatan berulang atau recurring revenue masih didominasi bisnis pusat perbelanjaan. Pendapatan retail mal tercatat mencapai Rp3,12 triliun, tumbuh 7 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Kinerja positif juga terlihat pada segmen perhotelan atau hospitality. Pendapatan dari sektor ini mencapai Rp1,13 triliun, meningkat 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.