Ekonomi
Bisnis Mal dan Hotel Tumbuh, Pakuwon Jati Catat Pendapatan Rp5,21 Triliun
Pakuwon Jati membukukan pendapatan Rp5,21 triliun hingga September 2026, naik 2 persen. Namun, laba bersih PWON turun 23,89 persen menjadi Rp1,33 triliun.

Minarto menyampaikan, perseroan akan terus mengoptimalkan portofolio pusat perbelanjaan, hotel, perkantoran, dan hunian untuk memperkuat pertumbuhan pendapatan berulang sekaligus menjaga profitabilitas.
“Dengan portofolio pusat perbelanjaan, hotel, perkantoran, dan hunian yang saling melengkapi, PWON berupaya memperkuat pertumbuhan recurring revenue sekaligus menjaga profitabilitas dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan,” ungkapnya.
Marketing Sales PWON Capai Rp811 Miliar
Di tengah pertumbuhan pendapatan, realisasi marketing sales PWON selama sembilan bulan pertama 2026 mencapai Rp811 miliar. Angka tersebut turun 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perusahaan menyebut sekitar 49 persen dari total marketing sales berasal dari program insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang telah berlaku sejak akhir 2023.
Dari komposisi penjualan, segmen kondominium dan perkantoran menyumbang 69 persen, sedangkan penjualan rumah tapak berkontribusi 31 persen.
Adapun belanja modal atau capital expenditure (capex) yang telah direalisasikan perseroan selama Januari-September 2026 mencapai Rp780 miliar.
Baca juga
Baca Juga
Kategori
Berita Kategori Lainnya
Pilihan Redaksi



















