Ekonomi
Bisnis Mal dan Hotel Tumbuh, Pakuwon Jati Catat Pendapatan Rp5,21 Triliun
Pakuwon Jati membukukan pendapatan Rp5,21 triliun hingga September 2026, naik 2 persen. Namun, laba bersih PWON turun 23,89 persen menjadi Rp1,33 triliun.

Sementara itu, pendapatan dari penyewaan perkantoran (office leasing) justru mengalami penurunan 11 persen YoY menjadi Rp187 miliar.
Berdasarkan komposisi pendapatan per segmen, retail leasing memberikan kontribusi terbesar sebesar 60 persen. Hotel dan serviced apartment menyumbang 22 persen, penjualan kondominium 9 persen, penjualan rumah tapak 5 persen, penyewaan perkantoran 4 persen, serta penjualan perkantoran 1 persen.
Laba Bersih Tertekan Kerugian Lain-Lain
Dari sisi operasional, kinerja PWON masih menunjukkan pertumbuhan. Laba bruto perseroan naik 4 persen menjadi Rp2,96 triliun, dibandingkan Rp2,84 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
EBITDA juga meningkat 4 persen menjadi Rp2,86 triliun dari sebelumnya Rp2,74 triliun.
“Peningkatan EBITDA ini mencerminkan kemampuan perseroan mempertahankan profitabilitas di tengah perubahan komposisi pendapatan,” tuturnya.
Meski demikian, laba bersih PWON tercatat sebesar Rp1,33 triliun, turun 23,89 persen secara tahunan. Penurunan tersebut terjadi di tengah adanya pencatatan kerugian lain-lain sebesar Rp327,69 miliar.
Baca juga
Baca Juga
Kategori
Berita Kategori Lainnya
Pilihan Redaksi



















