“Kita melihat pembangunan pabrik BYD ini bukan hanya sebagai investasi di sektor otomotif, tetapi sebagai bagian dari pembangunan ekosistem industri baru di Indonesia,” kata Luhut.

Ia berharap produksi dari Indonesia ke depan tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga membuka peluang menuju pasar global.

Pasar Indonesia Jadi Penopang

Keputusan BYD membangun pabrik di Indonesia tidak terlepas dari pertumbuhan pasar kendaraan energi baru sejak perusahaan masuk ke Tanah Air pada Januari 2024.

Pada Januari hingga Juli 2026, BYD Indonesia mencatat penjualan sekitar 32.800 unit dengan pangsa pasar sekitar 35 persen.

Secara kumulatif, lebih dari 100.000 kendaraan energi baru BYD telah dikirimkan kepada konsumen Indonesia. Jaringan penjualan dan layanan perusahaan juga telah berkembang hingga lebih dari 100 lokasi.

BYD turut memperluas pilihan teknologi elektrifikasi melalui teknologi Dual Mode (DM) yang diperkenalkan pada Mei 2026, melengkapi kendaraan listrik berbasis baterai atau BEV.