Ekonomi
BYD Buka Pabrik di Subang, Target Produksi 150 Ribu Kendaraan per Tahun
BYD resmi mengoperasikan pabrik pertamanya di Subang dengan kapasitas 150 ribu kendaraan per tahun, target TKDN 60 persen dan 20 ribu lapangan kerja.

SUBANG – Indonesia resmi memasuki babak baru industri kendaraan energi baru setelah PT BYD Motor Indonesia meresmikan fasilitas manufaktur pertamanya di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).
Pabrik yang dibangun di atas lahan sekitar 126 hektare tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 kendaraan per tahun. Pembangunannya diselesaikan dalam waktu sekitar 20 bulan.
Peresmian pabrik dilakukan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan. Turut hadir Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan plakat oleh Agus Gumiwang, kemudian dilanjutkan dengan roll-off BYD M6 DM. Unit tersebut menjadi kendaraan BYD ke-100.000 yang diproduksi secara lokal di Indonesia.
Agus mengatakan investasi BYD tidak hanya menambah kapasitas produksi kendaraan listrik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem industri nasional.
“Peresmian fasilitas produksi BYD Motor Indonesia hari ini bukan hanya pembukaan pabrik baru, melainkan simbol lahirnya harapan dan peluang bagi kemajuan industrialisasi nasional melalui penciptaan ekosistem industri,” ujar Agus.
Menurutnya, pertumbuhan pasar kendaraan listrik harus diikuti dengan peningkatan kemampuan industri dalam negeri, termasuk penggunaan komponen lokal.
Target 20 Ribu Lapangan Kerja
Kehadiran pabrik Subang juga diharapkan memberikan dampak terhadap tenaga kerja dan industri pendukung.
BYD menyebut telah terhubung dengan lebih dari 200 mitra rantai pasok di Indonesia serta menciptakan lebih dari 5.000 lapangan kerja lokal.
Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 20.000 lapangan kerja ketika pabrik beroperasi pada kapasitas penuh.
Dari sisi lokalisasi produksi, BYD menargetkan TKDN mencapai 60 persen pada Januari 2027.
Luhut Binsar Pandjaitan menilai investasi tersebut berpotensi mendorong munculnya industri-industri baru yang berkaitan dengan kendaraan energi baru.
“Kita melihat pembangunan pabrik BYD ini bukan hanya sebagai investasi di sektor otomotif, tetapi sebagai bagian dari pembangunan ekosistem industri baru di Indonesia,” kata Luhut.
Ia berharap produksi dari Indonesia ke depan tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga membuka peluang menuju pasar global.
Pasar Indonesia Jadi Penopang
Keputusan BYD membangun pabrik di Indonesia tidak terlepas dari pertumbuhan pasar kendaraan energi baru sejak perusahaan masuk ke Tanah Air pada Januari 2024.
Pada Januari hingga Juli 2026, BYD Indonesia mencatat penjualan sekitar 32.800 unit dengan pangsa pasar sekitar 35 persen.
Secara kumulatif, lebih dari 100.000 kendaraan energi baru BYD telah dikirimkan kepada konsumen Indonesia. Jaringan penjualan dan layanan perusahaan juga telah berkembang hingga lebih dari 100 lokasi.
BYD turut memperluas pilihan teknologi elektrifikasi melalui teknologi Dual Mode (DM) yang diperkenalkan pada Mei 2026, melengkapi kendaraan listrik berbasis baterai atau BEV.
Fasilitas Subang menjadi pabrik manufaktur BYD ke-13 secara global. Pabrik tersebut mengandalkan sistem produksi cerdas dan otomatisasi tinggi melalui tiga tahapan utama, yakni Welding, Painting, dan Final Assembly.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan fasilitas Subang tidak hanya ditujukan untuk memproduksi kendaraan, tetapi juga membangun kemampuan industri dan tenaga kerja lokal.
Eagle menegaskan Indonesia menjadi bagian penting dari jaringan manufaktur global BYD.
Dengan kapasitas produksi 150.000 unit per tahun, pabrik Subang diharapkan menjadi salah satu fondasi penting perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.
Bagi Indonesia, investasi tersebut menjadi peluang untuk memperkuat rantai pasok dan industri otomotif nasional. Sedangkan bagi BYD, Subang menjadi langkah strategis untuk memperluas jaringan produksi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta manufaktur kendaraan energi baru dunia.(fi)
Baca juga
Baca Juga
Kategori
Berita Kategori Lainnya
Pilihan Redaksi




















