Fasilitas Subang menjadi pabrik manufaktur BYD ke-13 secara global. Pabrik tersebut mengandalkan sistem produksi cerdas dan otomatisasi tinggi melalui tiga tahapan utama, yakni Welding, Painting, dan Final Assembly.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan fasilitas Subang tidak hanya ditujukan untuk memproduksi kendaraan, tetapi juga membangun kemampuan industri dan tenaga kerja lokal.

Eagle menegaskan Indonesia menjadi bagian penting dari jaringan manufaktur global BYD.

Dengan kapasitas produksi 150.000 unit per tahun, pabrik Subang diharapkan menjadi salah satu fondasi penting perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.

Bagi Indonesia, investasi tersebut menjadi peluang untuk memperkuat rantai pasok dan industri otomotif nasional. Sedangkan bagi BYD, Subang menjadi langkah strategis untuk memperluas jaringan produksi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta manufaktur kendaraan energi baru dunia.(fi)