JAKARTA – Kebiasaan menyisihkan sebagian pendapatan ke rekening tabungan memang penting untuk menjaga kondisi keuangan. Namun, menurut CEO BlackRock Larry Fink, strategi tersebut belum cukup untuk menjamin kehidupan yang layak saat memasuki masa pensiun.
Dalam surat tahunannya kepada para pemegang saham yang dikutip Yahoo Finance, Fink mengingatkan bahwa banyak masyarakat masih terlalu mengandalkan tabungan dibandingkan mengembangkan aset melalui investasi.
Ia menyebut fenomena tersebut sebagai "krisis yang terjadi secara senyap", karena dampaknya baru akan dirasakan ketika seseorang memasuki usia pensiun dan dana yang dimiliki tidak mampu mengimbangi kenaikan biaya hidup.
Menurut Fink, inflasi, meningkatnya biaya kesehatan, serta bertambahnya usia harapan hidup membuat kebutuhan dana pensiun terus meningkat. Jika dana hanya disimpan dalam bentuk tabungan, pertumbuhannya dinilai sulit mengejar laju kenaikan biaya hidup.
Karena itu, ia mendorong masyarakat mulai mempertimbangkan investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang. Investasi dinilai dapat membantu meningkatkan nilai aset sehingga lebih siap menghadapi kebutuhan finansial di masa depan.
Fink juga menyoroti perubahan sistem pensiun di berbagai negara. Beban pembiayaan hari tua kini semakin banyak ditanggung oleh individu sehingga setiap orang perlu mempersiapkan dana pensiun sejak usia produktif.
Selain itu, perkembangan teknologi membuat akses terhadap berbagai instrumen investasi semakin mudah. Masyarakat kini dapat membeli reksa dana, saham maupun ETF melalui platform digital dengan proses yang lebih sederhana dibandingkan beberapa tahun lalu.
Meski demikian, Fink mengingatkan bahwa setiap instrumen investasi memiliki risiko. Oleh sebab itu, masyarakat tetap perlu memahami karakter produk investasi, profil risiko, serta tujuan keuangan sebelum menempatkan dana.
Ia menilai langkah terpenting adalah memulai investasi sedini mungkin agar manfaat pertumbuhan nilai investasi dalam jangka panjang dapat dirasakan secara optimal.(fi)