Namun, jumlah tersebut tidak seluruhnya tersedia sebagai stok karena sebagian telah digunakan untuk mendukung program bantuan pangan dan operasi pasar di sejumlah daerah.

Karena itu, Kemendag meminta pemerintah daerah aktif berkoordinasi dengan Bulog dan ID Food agar pasokan Minyakita dapat disalurkan ke pasar yang membutuhkan.

“Mungkin jumlahnya tidak sebanyak minyak goreng atau komoditas lain karena sifatnya DMO. Namun karena sifatnya DMO, jumlah yang harus disalurkan harus benar-benar diperhitungkan dan juga tepat sasaran,” kata Nawandaru.

Kemendag berharap koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, produsen sawit, Bulog, dan ID Food dapat menjaga kelancaran distribusi Minyakita serta membantu memenuhi kebutuhan minyak goreng masyarakat di berbagai wilayah. (fi)