Pendidikan
Bangun Kepercayaan Publik, Sekolah Perlu Sajikan Konten Media Sosial Berkualitas
Guru SMP se-Kota Semarang mengikuti FGD penguatan media sosial sekolah untuk menerapkan prinsip jurnalistik, membuat konten kreatif, dan membangun citra positif

Terapkan Prinsip Jurnalistik
Wartawan senior Otong Fajari yang menjadi narasumber menjelaskan bahwa pembuatan konten media sosial sekolah memiliki prinsip yang tidak jauh berbeda dengan proses jurnalistik dalam menyusun berita.
Informasi mengenai fasilitas sekolah, prestasi siswa, pencapaian guru, kegiatan pembelajaran, hingga kebijakan pendidikan merupakan materi yang penting diketahui masyarakat.
Karena itu, setiap konten perlu disusun dengan informasi yang jelas dan memberikan nilai bagi audiens. Prinsip dasar jurnalistik 5W+1H, yakni what (apa), who (siapa), when (kapan), where (di mana), why (mengapa), dan how (bagaimana), dapat diterapkan agar informasi lebih lengkap dan mudah dipahami.
“Materi yang sederhana dapat menjadi menarik apabila disampaikan melalui sudut pandang, narasi, dan visual yang tepat,” ujar Otong.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan terhadap guru yang bertugas mengelola media sosial sekolah. Menurutnya, publikasi membutuhkan waktu, tenaga, dan kreativitas, sementara guru tetap memiliki tanggung jawab utama dalam kegiatan pembelajaran.
Dengan demikian, pengelolaan media sosial perlu menjadi bagian dari kerja komunikasi sekolah yang didukung perencanaan, pembagian tugas, serta sumber daya yang memadai.
Baca juga
Baca Juga
Kategori
Berita Kategori Lainnya
Pilihan Redaksi




















