Konten Harus Direncanakan

Sementara itu, pegiat media sosial yang juga Anggota DPRD Kota Semarang, Mararas Apuwara, menyoroti pentingnya perencanaan dalam produksi konten media sosial sekolah.

Menurut Mararas, pembuatan video berkualitas harus melalui proses konseptualisasi, mulai dari menentukan ide, menyusun alur cerita, memilih materi, hingga merancang penyampaian pesan kepada masyarakat.

“Tanpa konsep dan perencanaan yang matang, unggahan media sosial berisiko hanya menjadi dokumentasi biasa yang minim daya tarik dan kurang memberikan dampak terhadap citra sekolah,” ujarnya.

Mararas mendorong sekolah menyusun kalender konten secara teratur sebagai panduan publikasi selama satu minggu kerja. Dengan perencanaan tersebut, pengelola dapat menentukan tema, jadwal produksi, dan waktu penerbitan konten secara lebih terarah.

Ia juga mendorong sekolah menghasilkan setidaknya satu konten berkualitas setiap hari agar berbagai kegiatan positif di lingkungan pendidikan dapat diketahui masyarakat secara berkelanjutan.

Menurutnya, aktivitas pendidikan sehari-hari memiliki potensi besar untuk diolah menjadi materi komunikasi publik, mulai dari program unggulan dan inovasi pembelajaran hingga prestasi siswa.