Pendidikan
Semarak PBAK 2026: DEMA FTIK UIN Walisongo Resmi Luncurkan 2 Buku Karya Mahasiswa
Momentum ini tidak sekadar menjadi ajang penerbitan buku, melainkan bukti konkret bagaimana mahasiswa mampu mentransformasikan pengalaman.

Melalui Nafas Pendidikan Indonesia dan Jejak Ilusi Pendidikan, isu-isu pendidikan tidak hanya ditempatkan sebagai wacana diskusi internal, melainkan diangkat sebagai persoalan publik yang didokumentasikan secara argumentatif dan bertanggung jawab.
Apresiasi dan Dukungan Pimpinan Fakultas
Wakil Dekan I FTIK UIN Walisongo, Dr. Ahmad Muthohar, M.Ag., memberikan apresiasi tinggi atas lahirnya karya tulis ini di tengah momentum penyambutan mahasiswa baru. Menurutnya, karya ini menjadi stimulan penting dalam membangun budaya akademik di FTIK.
"Karya tulis mahasiswa merupakan salah satu bentuk nyata dari tumbuhnya budaya akademik. Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pembaca dan penerima pengetahuan, tetapi perlu berani mengolah pengalaman, gagasan, dan persoalan pendidikan menjadi karya yang dapat dipertanggungjawabkan secara intelektual. Buku ini menjadi langkah yang sangat baik untuk membangun tradisi tersebut di lingkungan FTIK," tegas Dr. Ahmad Muthohar.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan III FTIK, Dr. Karnadi, M.Pd., menilai penerbitan buku ini sebagai contoh ideal dari efektivitas organisasi kemahasiswaan dalam menghasilkan produk yang produktif dan berkelanjutan.
"Organisasi mahasiswa idealnya menjadi ruang untuk mengembangkan kepemimpinan, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, sekaligus tradisi intelektual. Ketika mahasiswa mampu menghasilkan buku, aktivitas organisasi tidak berhenti pada pelaksanaan program kerja semata, melainkan meninggalkan karya konkret yang menjadi sumber pembelajaran bagi generasi berikutnya," puji Dr. Karnadi.
Baca juga
Baca Juga
Pilihan Redaksi














