suarajateng.com (PROBOLINGGO) — Dunia industri dan pembangunan sumber daya manusia kembali dipertemukan melalui kolaborasi PT Sasa Inti, Pemerintah Kabupaten Probolinggo, dan Ikatan Pengusaha Bahan Bangunan (IPBI).

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui renovasi total fasilitas edukasi terpadu TK Melati di Desa Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Fasilitas pendidikan yang telah diperbarui itu diresmikan pada Kamis (3/9/2026).

Kehadiran fasilitas baru tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman sekaligus mendukung proses pendidikan anak usia dini.

Bagi PT Sasa Inti, dukungan terhadap pendidikan menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Pendidikan anak usia dini dinilai memiliki peran penting dalam membangun fondasi sumber daya manusia yang berkualitas.

Presiden Direktur PT Sasa Inti, Shiv Ranjan Sahgal, mengatakan pertumbuhan perusahaan perlu berjalan seiring dengan kemajuan masyarakat di sekitarnya.

“Renovasi fasilitas TK Melati ini kami hadirkan sebagai investasi membangun fondasi SDM masa depan, menyediakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi anak-anak usia dini. Terwujudnya inisiatif ini merupakan bukti nyata kekuatan sinergi lintas sektor,” ujarnya.

Program tersebut sekaligus mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan.

Pendidikan dan Lingkungan Jadi Satu Komitmen

Komitmen PT Sasa Inti terhadap keberlanjutan tidak berhenti pada pembangunan fasilitas pendidikan. Di lingkungan Pabrik Sasa Gending, perusahaan juga terus menerapkan berbagai upaya untuk mengurangi dampak lingkungan.

Salah satunya melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam proses produksi. Perusahaan memanfaatkan energi terbarukan melalui panel surya atau PLTS serta mengembangkan teknologi Plasma Nano Bubble untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air.

Produk sampingan proses produksi juga tidak begitu saja dibuang. Material tersebut diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC) yang dapat dimanfaatkan oleh petani lokal.

Chief Manufacturing Officer PT Sasa Inti, Snowerdi Sumardi, mengatakan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.

“Integrasi antara manufaktur ramah lingkungan dan kepedulian sosial merupakan pilar utama operasional pabrik,” katanya.

Sementara itu, Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, memberikan apresiasi atas kontribusi PT Sasa Inti dalam mendukung pembangunan di daerah.

Menurutnya, keterlibatan perusahaan dalam sektor pendidikan dan lingkungan menunjukkan bahwa aktivitas industri dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Diwarnai Santunan Anak Yatim

Peresmian TK Melati dilakukan melalui penandatanganan prasasti dan pemotongan pita. Setelah prosesi tersebut, jajaran tamu undangan meninjau fasilitas gedung yang telah direnovasi.

Kegiatan juga dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan penyerahan paket perlengkapan sekolah bagi siswa TK Melati.

Peresmian dihadiri jajaran manajemen PT Sasa Inti, Pemerintah Kabupaten Probolinggo, serta pimpinan dan perwakilan IPBI.

Melalui kolaborasi ini, pembangunan fasilitas TK Melati diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat kualitas pendidikan sekaligus membangun hubungan yang harmonis antara industri dan masyarakat.

Di saat yang sama, penerapan prinsip industri hijau di Pabrik Sasa Gending menjadi upaya untuk memastikan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan dan pembangunan manusia.(fi)