“Sesuai janji kami dari DPD Garda NKRI Jawa Tengah, apabila aksi kami tidak diindahkan dan tidak ada pimpinan maupun panitia penyelenggara kongres yang menemui kami pada hari Rabu kemarin, kami akan turun kembali dan membawa massa lebih banyak lagi,” ujar Ahmad.

Saling Dorong Sempat Terjadi Saat Aksi

Aksi penolakan tersebut sempat diwarnai ketegangan ketika terjadi saling dorong antara massa Garda NKRI dan peserta kongres. Aparat kepolisian yang berada di lokasi kemudian melakukan pengamanan dan membantu meredakan situasi.

Setelah ketegangan mereda, massa kembali menyampaikan tuntutan mereka. Pengamanan dilakukan untuk mencegah situasi berkembang lebih jauh dan menjaga kegiatan tetap terkendali.

Ahmad menyatakan aksi jilid II merupakan bentuk konsistensi Garda NKRI dalam menyampaikan aspirasi. Ia menegaskan pihaknya ingin persoalan tersebut ditangani tanpa memperluas pertentangan di tengah masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh pihak menahan diri dan menjaga situasi tetap kondusif selama proses penyelesaian persoalan organisasi berlangsung.

“Jangan jadikan Jawa Tengah tempat perpecahan. Kami ingin Semarang tetap menjadi kota yang kondusif, bukan menjadi catatan sejarah perpecahan organisasi,” pungkas Ahmad.