Pada Sabtu, 26 September, kegiatan dilanjutkan dengan workshop Wayang Suket dan pertunjukan kesenian. Sementara pada Minggu, 27 September, peserta mengikuti workshop Lampu Teng-Teng sebelum rangkaian acara ditutup dengan Kirab Budaya.

Kirab dijadwalkan berlangsung pukul 15.00–17.30 WIB dengan rute Jalan Subali Raya hingga Jalan Hanoman Raya. Kirab akan menghadirkan Pataka Grebeg Subali, tokoh wayang wanara, kesenian rakyat, gunungan, serta representasi sejarah dan memori kampung.

Melalui seluruh rangkaian tersebut, Grebeg Subali 2026 diarahkan menjadi ruang perjumpaan antara masyarakat, sejarah, seni, dan kebudayaan. Tema “Ngeling, Ngilo, Nginguk” menjadi benang merah untuk mengingat jejak masa lalu, memahami perubahan hari ini, dan menatap kebudayaan yang akan diwariskan kepada generasi mendatang. (fi)