Ia menilai keterlibatan kader di desa dapat menjadi salah satu kekuatan dalam mempercepat proses penemuan kasus di masyarakat.

Namun, menurut Sumarno, penanganan TBC tidak cukup dilakukan hanya dengan menemukan kemudian mengobati masyarakat yang sudah terjangkit penyakit tersebut.

Penelusuran terhadap orang-orang yang mempunyai kontak erat dengan pasien TBC juga perlu mendapatkan perhatian.

Karena itu, proses pelacakan kontak erat dinilai perlu dilakukan secara lebih aktif. Pada saat yang sama, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatannya juga menjadi bagian penting dalam penanggulangan TBC di Jawa Tengah.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengatakan kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan untuk mengetahui perkembangan program pemberantasan TBC yang selama ini telah berjalan.

Evaluasi tersebut juga digunakan untuk mengidentifikasi bagian-bagian yang masih membutuhkan pembenahan sehingga program yang dijalankan dapat terus diperkuat.