SEMARANGWali Kota Semarang Agustina Wilujeng mendorong pemanfaatan teknologi untuk menjaga ruang terbuka hijau tetap asri dan terawat selama musim kemarau. Salah satu inovasi yang diterapkan Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) adalah penerapan sistem penyiraman otomatis berbasis timer di sejumlah taman aktif.

Agustina menilai perawatan taman perlu mendapat perhatian ekstra selama musim kemarau agar fungsi taman sebagai ruang publik tetap nyaman bagi masyarakat.

“Musim kemarau membuat kebutuhan perawatan taman menjadi lebih besar. Kita perlu memastikan taman-taman kota tetap terawat dan nyaman. Karena itu, pemanfaatan teknologi seperti sistem penyiraman otomatis perlu terus dikembangkan,” ujarnya, Jumat (21/08).

Sistem penyiraman otomatis ini memungkinkan penyiraman dilakukan berdasarkan jadwal dan durasi yang telah ditentukan. Langkah ini menjadi salah satu solusi untuk memastikan tanaman memperoleh air secara tepat waktu, terutama Ketika penyiraman masih bergantung pada armada mobil tangki yang kerap terkendala mobilitas lalu lintas.

Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati yang akrab disapa Pipie, menjelaskan sistem yang digunakan saat ini mengandalkan pengaturan _timer_ sesuai kebutuhan penyiraman masing-masing taman.

“Dengan sistem _timer_, penyiraman berjalan otomatis sesuai jadwal. Tanaman mendapatkan air tepat waktu tanpa khawatir terkendala keterlambatan armada tangki di perjalanan,” jelas Pipie.