Regional
Sukirman Soroti Supplier MBG dari Luar Pekalongan: Produk Lokal Diminta Diperkuat
Sebanyak 41 persen supplier MBG di Pekalongan berasal dari luar daerah. Plt Bupati Sukirman minta mitra memperkuat koordinasi dan serap produk lokal.

PEKALONGAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pekalongan tidak hanya menjadi perhatian dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga dampaknya terhadap perekonomian daerah. Pasalnya, sebanyak 41 persen supplier bahan baku MBG di Kabupaten Pekalongan masih berasal dari luar daerah.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam rapat koordinasi pelaksanaan Program MBG yang dipimpin Plt Bupati Pekalongan H. Sukirman bersama organisasi perangkat daerah (OPD), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan mitra MBG.
Rapat yang berlangsung di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan itu membahas berbagai persoalan pelaksanaan MBG, mulai dari penerapan standar operasional prosedur (SOP), keamanan pangan, hingga pemanfaatan produk lokal.
Plt Bupati Pekalongan Sukirman meminta para mitra MBG meningkatkan koordinasi dan membuka ruang lebih besar bagi pelaku usaha lokal untuk memasok kebutuhan bahan pangan.
“Apakah memang kita sudah mampu mengakomodir atau memberikan privilege kepada para pedagang yang kita miliki, entah itu pedagang ikan, pedagang ayam, pedagang telur, beras dan macam-macamnya. Apakah secara bergiliran barang dagangannya bisa dibeli oleh para mitra? Itu sebenarnya garis tebalnya,” kata Sukirman.
41 Persen Supplier Berasal dari Luar Kabupaten
Korwil BGN Nauf Mawla Sidqi mengungkapkan, Program MBG sebenarnya memiliki potensi besar untuk menggerakkan roda perekonomian Kabupaten Pekalongan.
Baca juga
Baca Juga
Kategori
Berita Kategori Lainnya
Pilihan Redaksi




















