Semarang
Peringati Pertempuran Lima Hari, Wali Kota Semarang Agustina Ajak Warga Rawat Sejarah
Peringatan Pertempuran Lima Hari menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenang perjuangan para pejuang dan warga Semarang.

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menghadiri dan menyaksikan Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang (PPLHS) 2026 di kawasan Tugu Muda dan halaman Museum Mandala Bhakti, Rabu (14/10) mulai pukul 18.00 WIB. Peringatan ke-81 ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenang perjuangan para pejuang dan warga Semarang dalam pertempuran yang berlangsung pada 14 hingga 18 Oktober 1945 silam.
“Ini sejarah kota kita sendiri. Ajak keluarga, ajak anak-anak, supaya mereka tahu apa yang pernah diperjuangkan di sini,” kata Agustina.
Peristiwa bersejarah tersebut bermula pada 14 Oktober 1945, ketika delapan anggota Polisi Istimewa yang berjaga di tandon air Wungkal diserang tentara Jepang. Pada malam yang sama, dr. Kariadi, kepala laboratorium rumah sakit yang hendak memeriksa kabar dugaan peracunan air, dicegat dan gugur. Keesokan harinya, ribuan tentara Jepang bersenjata lengkap menyerbu pusat kota dan menghadapi perlawanan pemuda, BKR, polisi, serta warga yang menggunakan senjata seadanya. Pertempuran berakhir pada 18 Oktober setelah perundingan, dengan tidak kurang dari 2.000 pemuda dan pejuang gugur.
“Yang berjuang waktu itu orang-orang biasa. Tugas kita yang hidup hari ini adalah merawat apa yang mereka tinggalkan,” ujar Agustina.
Peringatan tahunan yang diselenggarakan melalui Dinas Sosial Kota Semarang ini melibatkan lebih dari 2.000 orang. Di antaranya terdapat 1.051 peserta upacara dari unsur TNI, Polri, taruna, pelajar, mahasiswa, dan relawan sosial, serta 300 tamu undangan. Kegiatan ini juga melibatkan personel penunjang dari 37 instansi dan perangkat daerah.
Salah satu rangkaian yang menjadi ciri khas peringatan adalah teatrikal sejarah oleh Untag dan Teater Pitoelas bersama berbagai pihak. Pertunjukan tersebut memperagakan kembali kisah pertempuran di kawasan tempat peristiwa bersejarah itu berlangsung. Rangkaian kegiatan lainnya mencakup napak tilas, upacara, dan pembacaan cukilan sejarah.
Baca juga
Baca Juga
Kategori
Berita Kategori Lainnya
Pilihan Redaksi




















