Arif menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan Wali Kota Semarang dengan memperluas kegiatan ketahanan pangan ke tahapan berikutnya.

Pengembangan tersebut mencakup sektor pengolahan hasil, inovasi pascapanen, hingga pemasaran. Dengan demikian, kegiatan yang dilakukan tidak hanya berhenti pada proses penanaman dan panen.

Menurut Arif, kolaborasi GP Ansor dan Pemkot Semarang dapat diarahkan untuk mengembangkan kegiatan dari tahapan produksi hingga pemasaran sehingga memberikan manfaat bagi perputaran ekonomi warga.

“Sesuai harapan Bu Wali, kegiatan ketahanan pangan tidak cukup berhenti pada penanaman dan panen. GP Ansor akan membuat inovasi dari produksi hingga pemasaran supaya perputaran ekonomi warga berjalan lebih baik,” ujar Arif.

Melalui pengembangan program ketahanan pangan serta UMKM Semarang, GP Ansor menyatakan kesiapan untuk melanjutkan kolaborasi dengan pemerintah daerah selama masa kepengurusan 2026–2030.