Sejumlah koleksi yang disebut ditampilkan dalam pameran antara lain Batu Garut, Bacan, Fokay, Cempaka, Anggur, Kinyang, Chalcedony, Amethyst atau kecubung, Sisik Naga, Kalimaya, Pandan, Baturaja, Idocrase, Klawing, hingga Nabire.

Ada pula jenis batu yang dikenal di kalangan penggemar batu akik, seperti Nogosuwi, Ati Ayam, Tapak Jalak, dan berbagai koleksi lainnya.

“Batu Nusantara itu diminati masyarakat karena warnanya, kualitas batunya, dan keunikannya. Masih banyak jenis batu yang sampai sekarang masih diminati masyarakat seperti Nogosuwi, Ati Ayam, Tapak Jalak, Garut, Kalimaya, Pandan dan Bacan,” ujar Ahmad.

Tidak hanya batu akik dan permata, bursa tersebut juga menghadirkan koleksi keris, benda pusaka, serta barang antikan yang menjadi perhatian kolektor.

Penyelenggaraan bursa ini sekaligus menandai satu tahun perjalanan Paguyuban Semar Bersatu dalam mewadahi para pecinta batu dan kolektor di Semarang.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga memperkuat komunikasi dan silaturahmi antarkomunitas dari berbagai daerah.