Berita
USM–KJRI Johor Bahru Perkuat Perlindungan PMI
USM memperpanjang kerja sama dengan KJRI Johor Bahru untuk memperkuat edukasi migrasi aman, melibatkan mahasiswa, dan mendukung perlindungan PMI.

SEMARANG – Universitas Semarang (USM) memperpanjang kerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Malaysia, pada Senin (12/10/2026). Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus meningkatkan edukasi dan perlindungan warga negara Indonesia (WNI), khususnya Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Penandatanganan kerja sama berlangsung di Menara Prof. Dr. H. Muladi, S.H., USM, Semarang. Kemitraan yang telah terjalin sejak 2017 tersebut kini didorong agar menghasilkan program yang lebih konkret melalui keterlibatan langsung mahasiswa dalam berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Rektor USM, Dr. Supari, S.T., M.T., menegaskan bahwa kerja sama antara perguruan tinggi dan perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri tidak seharusnya berhenti pada dokumen kesepakatan.
Menurut dia, mahasiswa perlu mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam persoalan nyata di lapangan. Bentuk keterlibatan tersebut antara lain melalui program magang, Kuliah Kerja Lapangan (KKL), dan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menerapkan pengetahuan akademik sekaligus berkontribusi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya migrasi yang aman dan sesuai prosedur.
Mahasiswa Didorong Berperan dalam Edukasi Migrasi Aman
Konsul Jenderal RI Johor Bahru, Sigit Suryantoro Widiyanto, S.Sos., menyambut baik keterlibatan perguruan tinggi dalam upaya perlindungan PMI.
Ia menilai, persoalan migrasi nonprosedural dan perizinan pekerja migran membutuhkan perhatian serta keterlibatan berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memberikan edukasi kepada masyarakat desa mengenai prosedur migrasi yang aman. Melalui kegiatan KKN, mahasiswa USM berpeluang membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang risiko keberangkatan secara nonprosedural serta pentingnya memenuhi persyaratan yang berlaku.
Edukasi sejak tingkat masyarakat diharapkan dapat membantu calon pekerja migran mengambil keputusan secara lebih tepat sebelum bekerja di luar negeri.
Selain edukasi, USM juga disiapkan untuk berkontribusi dalam layanan pendampingan psikologis bagi PMI dan anak-anak mereka. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperhatikan aspek kesejahteraan psikologis keluarga pekerja migran.
Perkuat Peran Kampus dalam Perlindungan WNI
Penandatanganan kerja sama ini dirangkai dengan kuliah umum mengenai penanganan perbatasan. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperluas pemahaman akademisi dan mahasiswa terhadap persoalan lintas negara, termasuk tantangan perlindungan WNI di luar negeri.
Sinergi USM dan KJRI Johor Bahru diharapkan dapat memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan layanan perlindungan warga negara. Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat berkontribusi melalui pendidikan masyarakat, pendampingan, dan kegiatan pengabdian.
Dengan penguatan kolaborasi ini, keterlibatan mahasiswa diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesadaran mengenai migrasi aman serta mendukung perlindungan pekerja migran Indonesia dan keluarganya.(Fi)
Baca juga
Baca Juga
Kategori
Berita Kategori Lainnya
Pilihan Redaksi




















