Berita
USM–KJRI Johor Bahru Perkuat Perlindungan PMI
USM memperpanjang kerja sama dengan KJRI Johor Bahru untuk memperkuat edukasi migrasi aman, melibatkan mahasiswa, dan mendukung perlindungan PMI.

Ia menilai, persoalan migrasi nonprosedural dan perizinan pekerja migran membutuhkan perhatian serta keterlibatan berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memberikan edukasi kepada masyarakat desa mengenai prosedur migrasi yang aman. Melalui kegiatan KKN, mahasiswa USM berpeluang membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang risiko keberangkatan secara nonprosedural serta pentingnya memenuhi persyaratan yang berlaku.
Edukasi sejak tingkat masyarakat diharapkan dapat membantu calon pekerja migran mengambil keputusan secara lebih tepat sebelum bekerja di luar negeri.
Selain edukasi, USM juga disiapkan untuk berkontribusi dalam layanan pendampingan psikologis bagi PMI dan anak-anak mereka. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperhatikan aspek kesejahteraan psikologis keluarga pekerja migran.
Perkuat Peran Kampus dalam Perlindungan WNI
Penandatanganan kerja sama ini dirangkai dengan kuliah umum mengenai penanganan perbatasan. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperluas pemahaman akademisi dan mahasiswa terhadap persoalan lintas negara, termasuk tantangan perlindungan WNI di luar negeri.
Sinergi USM dan KJRI Johor Bahru diharapkan dapat memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan layanan perlindungan warga negara. Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat berkontribusi melalui pendidikan masyarakat, pendampingan, dan kegiatan pengabdian.
Baca juga
Baca Juga
Kategori
Berita Kategori Lainnya
Pilihan Redaksi




















