Sebelumnya, Presiden Prabowo meminta persiapan lahan tebu untuk mendukung target E20, yakni BBM dengan campuran 20 persen etanol, dalam waktu sekitar dua tahun.

Sementara itu, E50 atau campuran etanol 50 persen menjadi target lanjutan dalam agenda kemandirian energi. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada 21 September 2026 menyebut penerapan E50 diarahkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor produk bensin.

Artinya, target E50 tidak berdiri sendiri. Pemerintah perlu membangun fondasi bahan baku, industri pengolahan, teknologi, serta kesiapan distribusi secara bertahap.

Rapat Pagi Jadi Sinyal Percepatan

Kecepatan konsolidasi juga terlihat dari waktu rapat. Pertemuan bersama 44 bupati dimulai pukul 06.00 WIB.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang mengikuti rapat secara daring bahkan menyebutnya sebagai rapat paling pagi yang pernah ia ikuti selama dua tahun.

Kementan menyatakan pengembangan bioetanol diarahkan untuk memperkuat kemandirian energi sekaligus memanfaatkan potensi sektor pertanian nasional.