Menurutnya, peluang pengembangan kompetensi kendaraan listrik juga perlu mulai diperkenalkan di lingkungan pendidikan vokasi.

“Kami juga melihat peluang pengembangan kompetensi pada bidang kendaraan listrik, khususnya konversi kendaraan roda dua serta pemeliharaan dan perbaikan baterai, yang ke depan membutuhkan sumber daya manusia dengan kompetensi yang sesuai,” lanjutnya.

Leandra menilai pengenalan kompetensi baru sejak bangku sekolah akan membantu siswa lebih siap beradaptasi ketika teknologi dan kebutuhan industri mengalami perubahan.

Industri dan Sekolah Perlu Berjalan Bersama

Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, mengatakan perkembangan teknologi harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia.

Menurutnya, hubungan yang lebih erat antara industri dan pendidikan vokasi diperlukan agar pembelajaran di sekolah tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Transformasi teknologi membawa perubahan terhadap kebutuhan kompetensi dan karakter pekerjaan. Karena itu, hubungan antara industri dan pendidikan vokasi perlu semakin erat agar siswa memperoleh bekal yang relevan dengan perkembangan tersebut,” ujar Chipta.