Ia menilai Kelas Industri dapat menjadi salah satu jembatan yang mempertemukan pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan nyata di dunia kerja.

Kerja sama tersebut tidak hanya relevan untuk bidang telekomunikasi, tetapi juga dapat berkembang mengikuti munculnya kompetensi-kompetensi baru akibat transformasi teknologi.

Chipta juga menyoroti perkembangan kendaraan listrik yang membuka peluang baru bagi lulusan pendidikan vokasi.

Menurutnya, kemampuan terkait konversi kendaraan listrik serta pemeliharaan dan perbaikan baterai berpotensi menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan seiring berkembangnya penggunaan kendaraan berbasis energi listrik.

Siapkan Talenta yang Adaptif

Penandatanganan MoU dihadiri jajaran SMK Batur Jaya 1 Ceper, di antaranya Kepala Sekolah Sutrisno, S.Pd.Fis.; WKS Hubungan Industri Buya Kharismawanto, Lc., M.Ag.; BKK Anita Triningsih, S.Pd.; Kepala Program TKJ Abu Puji Hartono, S.Kom., M.Pd.; Kepala Program TIT Riyanto, S.Pd.; serta Kepala Program TKR Iswanto, S.Pd.

Melalui kerja sama tersebut, PLN Icon Plus dan SMK Batur Jaya 1 Ceper membuka ruang kolaborasi untuk memperkuat kompetensi siswa sesuai perkembangan industri.