Destry menyebut hanya sebagian kecil dari sekitar 64 juta UMKM yang berhasil menembus pasar internasional.

Salah satu contoh yang dinilai cukup berhasil adalah produk kopi Indonesia yang telah dikenal luas di berbagai negara. Namun, menurutnya, jumlah pelaku usaha maupun barista bersertifikat internasional masih terbatas sehingga perlu terus ditingkatkan.

"Kalau ingin masuk pasar global, kualitas produk maupun sumber daya manusianya harus terus ditingkatkan," ujarnya.

Bank Indonesia berharap penguatan akses pembiayaan, peningkatan literasi keuangan, digitalisasi usaha, serta perluasan akses pasar dapat menjadi strategi utama untuk mempercepat pertumbuhan sektor UMKM sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional. (fi)