SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dalam penyelenggaraan layanan pemadam kebakaran. Kesiapsiagaan personel dan armada terus dijaga agar setiap laporan kejadian dapat ditangani secara cepat sesuai kebutuhan di lapangan.

Plt Kepala Bappeda Kota Semarang, Sugeng Hartanto, menjelaskan bahwa Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah mengalokasikan anggaran pemeliharaan kendaraan operasional Dinas Pemadam Kebakaran (Dinas Damkar) dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2026. Alokasi tersebut disusun dengan mengacu pada anggaran perubahan Tahun 2025 dan telah dibagikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD).

Menurut Sugeng, usulan Dinas Pemadam Kebakaran untuk kebutuhan pemeliharaan kendaraan, termasuk bahan bakar minyak (BBM) bagi 17 unit armada, sebenernya telah dipenuhi oleh TAPD. Namun, saat penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2026, Dinas Damkar menyesuaian alokasi belanja BBM tersebut hanya untuk 10 unit armada, sementara sisanya dialihkan ke pos belanja lain.

"Seharusnya hal itu tidak dilakukan oleh dinas karena berpotensi menghambat pelayanan ketika terjadi kebakaran. Kami mengapresiasi keberhasilan Dinas Damkar dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat sehingga tren kejadian kebakaran di Kota Semarang terus menurun. Namun, alokasi BBM kendaraan tetap harus dijaga karena berkaitan langsung dengan layanan yang vital," jelas Sugeng.

Berdasarkan data, jumlah kasus kebakaran di Kota Semarang memang menunjukkan tren penurunan secara konsisten. Pada 2023 tercatat 489 kejadian, turun menjadi 341 pada 2024, dan 282 pada 2025. Adapun hingga Juli 2026, tercatat 192 kejadian kebakaran.

Sugeng menambahkan, total anggaran pemeliharaan kendaraan dinas operasional roda enam Dinas Damkar pada 2026 mencapai Rp1,22 miliar. Hingga 22 Juli 2026, realisasi telah mencapai Rp568.799.552 atau 46,40 persen, sehingga masih menyisakan 53,60 persen yang dapat dimanfaatkan untuk operasional, termasuk kebutuhan BBM. Penurunan jumlah kejadian kebakaran turut memengaruhi tingkat penggunaan BBM hingga saat ini.