UNDIP juga menyiapkan tenda, bahan makanan, obat-obatan, dan perlengkapan dasar.
Menurut Prof. Zulfa, penanganan pascagempa tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.

Gempa susulan, luas wilayah terdampak, dan keterbatasan transportasi menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhitungkan.

Karena itu, D-DART akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, organisasi profesi, alumni, dan jejaring perguruan tinggi.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuat bantuan lebih tepat sasaran dan menjangkau warga yang paling membutuhkan.

Pengiriman D-DART menjadi bagian dari pengabdian UNDIP kepada masyarakat. Tim diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan darurat sekaligus mendukung pemulihan masyarakat terdampak gempa di NTT. (fi)