ARUMAKATA.ID - Aksi massa demo yang masih bertahan di sekitar Gedung DPR/MPR RI Jakarta Pusat, berlangsung memanas dan berdampak pada sejumlah akses menuju dan keluar Tol Dalam Kota Jakarta ditutup sementara pada Kamis (27/8/2026) malam. Penutupan tersebut membuat arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan terganggu.

Informasi dari PT Jasa Marga melalui akun X resminya, @PTJASAMARGA, bahwa penutupan sejumlah gerbang tol mulai pukul 22.00 WIB. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi dampak kegiatan penyampaian aspirasi di sekitar kawasan DPR/MPR.

Sejumlah akses masuk Tol Dalam Kota yang ditutup sementara meliputi GT Angke 2, GT Jalembar 2, GT Tanjung Duren, GT Slipi 2, dan GT Pejompongan arah Cawang.

Jasa Marga mengimbau pengguna jalan tidak memaksakan diri melintasi akses yang ditutup dan memilih jalur alternatif selama rekayasa lalu lintas diberlakukan.

Selain akses masuk, akses keluar Pejompongan KM 09+700 arah Grogol juga ditutup sementara. Penutupan dilakukan karena terdapat kegiatan penyampaian aspirasi di jalan arteri depan kawasan Gedung DPR/MPR.

Untuk kendaraan yang hendak menuju jaringan Tol Dalam Kota, Jasa Marga juga memberlakukan pengalihan arus lalu lintas.

Pengendara diarahkan menggunakan sejumlah jalur alternatif, di antaranya Jalan Tol Layang Ir Wiyoto Wiyono dan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR).

Rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan untuk mengurangi kepadatan sekaligus menjaga kelancaran arus kendaraan di tengah aktivitas massa yang masih berlangsung di sekitar kawasan DPR/MPR.

Informasi mengenai pengalihan lalu lintas tersebut disampaikan Jasa Marga pada pukul 21.32 WIB. Informasi kemudian diperbarui pada pukul 22.00 WIB sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan.

Dampak penutupan sejumlah akses Tol Dalam Kota juga terasa hingga ruas Tol Jakarta-Tangerang (Tol Janger).

Pada pukul 21.51 WIB, Jasa Marga melaporkan arus lalu lintas di ruas Kebon Jeruk-Tomang dalam kondisi padat.

Selain itu, kendaraan yang melintas dengan tujuan Slipi/Cawang dialihkan menuju arah Tanjung Priok. 

Massa Masih Bertahan di Slipi

Penutupan dan rekayasa lalu lintas tersebut berlangsung ketika massa aksi masih bertahan di kawasan Jalan Letjen S Parman, Slipi, Jakarta Barat.

Hingga pukul 22.00 WIB, massa masih memenuhi sejumlah titik di sepanjang kawasan tersebut, mulai dari Flyover Slipi, Jalan Letjen S Parman, hingga Jalan Palmerah Utara.

Situasi di lapangan masih dinamis. Sebagian massa terlihat berada di badan Jalan Letjen S Parman, termasuk di sekitar Halte Transjakarta Slipi Petamburan.

Di lokasi tersebut, sejumlah orang membakar sisa kardus dan sampah di tengah jalan. Aktivitas tersebut menghasilkan asap yang terlihat di sekitar ruas jalan yang masih dipadati massa.

Sementara itu, sebagian massa lainnya memenuhi bagian atas Flyover Slipi yang mengarah ke kawasan DPR RI.

Dari atas flyover, sejumlah massa terlihat menyalakan kembang api ke udara. Aksi tersebut mendapat respons berupa sorakan dan tepuk tangan dari massa lainnya.

Beberapa kembang api yang dinyalakan bahkan menghasilkan suara dentuman cukup keras yang terdengar di sekitar kawasan Slipi Petamburan.

Situasi kemudian kembali memanas ketika sebagian massa bergerak maju ke arah flyover.

Barisan polisi yang berada di atas flyover kemudian bergerak mengejar massa. Dalam situasi tersebut, polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan dan mendorong massa menjauh dari kawasan tersebut.


kepulan gas air mata kemudian menyebar hingga ke persimpangan Slipi Petamburan.

Kondisi tersebut membuat sejumlah massa berlarian meninggalkan persimpangan dan bergerak hingga ke sekitar SPBU Palmerah Utara.

Sekitar 10 menit kemudian, setelah kepulan gas air mata mulai menghilang, sebagian massa kembali bergerak menuju persimpangan Slipi Petamburan.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di kawasan tersebut belum sepenuhnya kondusif. Massa masih bertahan dan menolak dibubarkan.

Setelah efek gas air mata mereda, sebagian massa kembali bergerak maju sehingga situasi di kawasan Slipi Petamburan masih diwarnai ketegangan antara massa dan kepolisian.

Kondisi tersebut turut berdampak terhadap mobilitas kendaraan di sekitar Slipi, termasuk akses menuju jaringan Tol Dalam Kota. Diimbau, pengguna jalan memperhatikan perkembangan rekayasa lalu lintas dan memilih jalur alternatif yang telah disiapkan.

Jasa Marga meminta pengguna jalan mengikuti arahan petugas di lapangan serta memperhatikan informasi terbaru mengenai kondisi lalu lintas sebelum melakukan perjalanan, khususnya bagi pengendara yang hendak melintasi kawasan Slipi, Pejompongan, Tomang, dan sekitarnya.()