Regional
Ahmad Luthfi Dorong Kolaborasi Percepat Penurunan Stunting Jawa Tengah
Stunting Jawa Tengah turun menjadi 9,93% pada triwulan II 2026. Pemprov Jateng dorong kolaborasi lintas sektor untuk tekan stunting bersama.

"Jawa Tengah akan paling depan memerangi stunting. Seluruh kepala daerah di Jateng dituntut untuk menurunkan stunting," ujarnya.
Kolaborasi Lintas Sektor
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Zulfachmi Wahab mengatakan, komitmen terhadap percepatan penurunan stunting Jawa Tengah telah dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengidentifikasi faktor risiko berdasarkan siklus hidup. Upaya tersebut juga mencakup pendampingan kepada ibu hamil yang memiliki risiko stunting.
"Dari ibu hamil itu kita bisa prediksi risiko stuntingnya, 85% stunting itu bisa diketahui sejak kehamilan, intervensinya berlanjut sampai 1.000 hari kehidupan pertama," katanya.
Berdasarkan data triwulan II tahun 2026, prevalensi stunting di Jawa Tengah tercatat sebesar 9,93 persen. Angka tersebut menunjukkan tren penurunan sejak 2024. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan atau disparitas prevalensi stunting di antara wilayah-wilayah di Jawa Tengah.
Beberapa daerah masih mencatat angka prevalensi yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata Jawa Tengah. Wonosobo tercatat sebesar 18,05 persen, Purworejo 16,62 persen, Banjarnegara 16,24 persen, Kabupaten Magelang 15,82 persen, dan Kabupaten Tegal 15,59 persen.
Baca juga
Baca Juga
Kategori
Berita Kategori Lainnya
Pilihan Redaksi


















