Di sisi lain, terdapat daerah yang angka prevalensi stuntingnya sudah berada di bawah 10 persen. Salah satunya adalah Kabupaten Demak yang tercatat sebesar 2 persen.

"Penurunan stunting di Jawa Tengah bervariasi antardaerah dan disparitasnya masih cukup tinggi. Kalau rata-rata prevalensi stunting di Jawa Tengah sudah 9,93%," ujarnya.

Rakortek Jabanusa Tindak Lanjuti Perhatian Presiden

Sementara itu, Deputi Bidang Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan Sumberdaya Manusia Sekretariat Wakil Presiden, Eddy Cahyono Sugiarto, mengatakan rapat koordinasi teknis (rakortek) percepatan penurunan stunting dan advokasi pencegahan di Kota Semarang merupakan tindak lanjut dari perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM).

Menurut Eddy, penanganan stunting menjadi salah satu bagian dari pilar pembangunan SDM. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan perlu bekerja bersama untuk memastikan upaya penurunan stunting berjalan.

"Salah satu pilar pembangunan SDM ini adalah penanganan stunting. Jadi kita harus siapkan generasi emas Indonesia. Kita ingin pastikan seluruh pemangku kepentingan dapat bekerja sama dan berkolaborasi untuk menurunkan stunting," katanya usai bertemu Ahmad Luthfi.

Eddy mengatakan, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka stunting secara nasional telah mengalami penurunan dari 21,5 persen menjadi 19,8 persen.