Hal itu juga didukung oleh peran kepala daerah yang bertindak sebagai manajer marketing, termasuk menyiapkan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus baru di Jawa Tengah. Saat ini kawasan industri eksisting di Jawa Tengah ada sekitar tujuh tempat. Tersebar di Kota Semarang, Demak, Kendal, Batang, dan Brebes. Kemudian sekitar 12 kawasan baru sedang disiapkan di berbagai daerah untuk menumbuhkan perekonomian baru.

"Kawasan industri penting untuk pertumbuhan ekonomi baru. Di Jawa Tengah sekarang pertumbuhan ekonomi sudah 5,80% atau di atas rata-rata nasional,” ujar dia.

Karenenya, ia berharap Jawa Tengah terus menjadi tujuan investasi baik dalam negeri maupun luar negeri.  

Berkat kinerja investasi yang positif tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi menerima penghargaan untuk kategori Figur Akselerator Kamajuan untuk kategori Investasi dan Penguatan Program Strategis Nasional. Penghargaan tersebut diberikan oleh detikcom di tengah acara Forum Investasi Jawa Tengah dan Detik Jateng-Jogja Award 2026.

Penghargaan itu, lanjut Luthfi, menjadi pemicu untuk lebih giat lagi dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di wilayahnya. 

Dalam forum tersebut, Pangdam IV/Diponegoro Sudaryanto dan Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menyatakan komitmennya untuk memberikan jaminan keamanan dan kondusivitas wilayah. Sebab, kondusivitas wilayah dan jaminan kepastian hukum menjadi salah satu faktor penting untuk menarik investor. (fi)