Karena telah masuk dalam penganggaran, proyek tersebut tetap harus dijalankan. Menurut Dini, persoalannya bukan pada keberadaan proyek, melainkan bagaimana pekerjaan fisik tersebut disinkronkan dengan agenda MTQ Nasional.

“Proyek ini tidak bisa begitu saja ditunda karena sudah menjadi bagian dari penanganan banjir di kawasan Simpang Lima. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa pelaksanaan proyek dan agenda MTQ tidak sejak awal disinkronkan,” katanya.

Dini meminta pemerintah memperhatikan sejumlah aspek menjelang pelaksanaan MTQ Nasional.

Salah satunya adalah keamanan area konstruksi. Pembatas proyek, lubang pekerjaan, material, hingga akses keluar-masuk kawasan harus dipastikan tidak membahayakan masyarakat.

Selain itu, pemerintah diminta mengantisipasi kondisi cuaca, terutama kemungkinan hujan selama pelaksanaan MTQ.

“Kalau nanti hujan, limpasan air juga harus diantisipasi. Jangan sampai kondisi tersebut justru mengganggu pelaksanaan MTQ,” ujarnya.