Semarang
Kidung Wastra di Festival Kota Lama Semarang Padukan Kuliner, Jazz dan Kekayaan Budaya
Festival Kota Lama Semarang ke-15 menghadirkan Kidung Wastra yang memadukan wastra Nusantara, kuliner, Modern Rijsttafel, seni dan musik jazz.

SEMARANG — Festival Kota Lama (FKL) Semarang ke-15 kembali menghadirkan konsep perayaan budaya yang berbeda. Bertajuk “Kidung Wastra”, gelaran tahun ini memadukan kekayaan wastra Nusantara, kuliner Indonesia, musik jazz, seni pertunjukan, serta suasana heritage kawasan Kota Lama Semarang.
Kidung Wastra dijadwalkan berlangsung di Skola Resto, kawasan Kota Lama Semarang, Sabtu (5/9/2026) malam.
Konsep tersebut mendapat dukungan dari Pusat Bahasa dan Budaya Universitas Semarang (USM LCC) yang selama ini fokus pada pengembangan bahasa dan budaya.
Direktur USM LCC sekaligus panitia Festival Kota Lama, Adi Ekopriyono, mengatakan Kidung Wastra dirancang sebagai ruang pertemuan berbagai ekspresi budaya.
Menurutnya, wastra tidak hanya dapat dinikmati melalui bentuk dan motifnya, tetapi juga dapat dihubungkan dengan cerita, filosofi, kuliner, dan seni pertunjukan.
“Setiap motif memiliki makna, setiap hidangan memiliki cerita, dan setiap pertemuan meninggalkan kenangan,” kata Adi.
Baca juga
Baca Juga
Kategori
Berita Kategori Lainnya
Pilihan Redaksi




















