SEMARANG – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI di Kota Semarang tinggal menghitung hari. Namun, salah satu kawasan yang menjadi ikon kota, Simpang Lima, masih dihiasi pekerjaan proyek drainase dan penataan taman.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari DPRD Kota Semarang. Pemerintah Kota Semarang diminta memastikan pekerjaan konstruksi tidak mengganggu kenyamanan, keamanan, maupun kelancaran aktivitas selama pelaksanaan MTQ Nasional.

Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Dini Inayati, mengatakan pekerjaan drainase tetap penting karena berkaitan dengan penanganan banjir. Namun, pelaksanaannya perlu dikelola secara cermat mengingat Simpang Lima akan menjadi salah satu kawasan yang ramai selama kedatangan peserta dan tamu MTQ.

“Simpang Lima ini menjadi wajah Kota Semarang. Karena itu, konstruksi yang sedang dilaksanakan harus diantisipasi agar tidak mengganggu pelaksanaan MTQ, terutama dari sisi keamanan dan kenyamanan,” ujar Dini.

DPRD Soroti Keamanan hingga Potensi Genangan

Dini menjelaskan, proyek drainase dan penataan taman di Simpang Lima bukan program yang muncul secara mendadak.

Proyek tersebut telah masuk dalam APBD Kota Semarang 2026 dan dibahas serta disepakati Pemkot bersama DPRD sejak pembahasan anggaran pada 2025.

Karena telah masuk dalam penganggaran, proyek tersebut tetap harus dijalankan. Menurut Dini, persoalannya bukan pada keberadaan proyek, melainkan bagaimana pekerjaan fisik tersebut disinkronkan dengan agenda MTQ Nasional.

“Proyek ini tidak bisa begitu saja ditunda karena sudah menjadi bagian dari penanganan banjir di kawasan Simpang Lima. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa pelaksanaan proyek dan agenda MTQ tidak sejak awal disinkronkan,” katanya.

Dini meminta pemerintah memperhatikan sejumlah aspek menjelang pelaksanaan MTQ Nasional.

Salah satunya adalah keamanan area konstruksi. Pembatas proyek, lubang pekerjaan, material, hingga akses keluar-masuk kawasan harus dipastikan tidak membahayakan masyarakat.

Selain itu, pemerintah diminta mengantisipasi kondisi cuaca, terutama kemungkinan hujan selama pelaksanaan MTQ.

“Kalau nanti hujan, limpasan air juga harus diantisipasi. Jangan sampai kondisi tersebut justru mengganggu pelaksanaan MTQ,” ujarnya.

PKL di Sekitar Simpang Lima Ikut Jadi Perhatian

Selain keamanan dan persoalan drainase, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Simpang Lima juga menjadi perhatian DPRD.

Dini mengatakan sejumlah shelter PKL perlu diperhatikan apabila aksesnya terdampak pekerjaan konstruksi.

Menurutnya, para pedagang juga berpotensi mendapatkan manfaat ekonomi dari meningkatnya aktivitas masyarakat dan kedatangan tamu selama MTQ Nasional.

“PKL juga perlu diperhatikan. Mereka tentu menunggu momentum event besar untuk mendapatkan penghasilan. Kalau shelter mereka tertutup proyek, harus ada tempat relokasi yang memadai dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli,” jelasnya.

Dini menegaskan, penataan kawasan Simpang Lima tidak cukup hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan fisik.

Kawasan tersebut tetap harus dapat berfungsi dengan baik sebagai ruang publik, terutama ketika ribuan peserta dan tamu dari berbagai daerah berada di Kota Semarang.

Ia meminta organisasi perangkat daerah terkait memperkuat koordinasi menjelang pelaksanaan MTQ Nasional.

“Jangan sampai karena mengejar pekerjaan fisik, kemudian keamanan, kenyamanan, PKL, dan persoalan banjir justru terabaikan. Semuanya harus berjalan bersama,” tegas Dini.

DPU Pastikan Proyek Tetap Berjalan

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, memastikan pekerjaan penanganan drainase di kawasan Simpang Lima tetap dilanjutkan.

Menurut Suwarto, proyek tersebut telah dianggarkan dalam APBD 2026 sehingga tidak dapat dibatalkan begitu saja.

“Kalau penganggaran 2026 sudah masuk sejak 2025, maka harus dilaksanakan. Jadi kegiatan itu tidak bisa dibatalkan,” kata Suwarto.

Ia mengatakan DPU telah mempercepat pekerjaan untuk mengantisipasi pelaksanaan MTQ Nasional.

Sejumlah langkah juga disiapkan untuk meminimalkan potensi genangan apabila hujan turun selama kegiatan berlangsung.

“Kita langsung kebut untuk perbaikan saluran supaya tidak ada genangan. Untuk pelaksanaan MTQ apabila ada hujan dan lain sebagainya juga sudah kita antisipasi,” ujarnya.

Pengurugan dan Gorong-gorong Dikebut

Suwarto menjelaskan pekerjaan saluran dan gorong-gorong di kawasan Simpang Lima telah dilakukan.

Pemkot juga melakukan pengurugan pada sejumlah titik untuk meminimalkan potensi genangan apabila hujan turun.

“Sudah dilakukan pengurugan untuk meminimalisasi kalau ada hujan. Gorong-gorong juga sudah masuk semuanya,” jelasnya.

Selain menangani drainase, penataan kawasan Simpang Lima juga menjadi bagian dari upaya memperbarui fungsi dan tampilan kawasan tersebut.

Meski demikian, pengawasan terhadap pekerjaan tetap akan diperkuat mengingat MTQ Nasional akan mendatangkan ribuan peserta dan tamu ke Kota Semarang.

“Kita minta pengawasan langsung, apalagi MTQ Nasional akan menghadirkan ribuan peserta. Kita khawatir terkait keamanan, sehingga itu harus menjadi perhatian,” pungkas Suwarto. (fi)