Menurutnya, kesiapan ekspor membutuhkan lebih dari sekadar produk berkualitas. Pelaku UMKM harus mampu menjaga konsistensi mutu, kapasitas produksi, kontinuitas pasokan, serta kemampuan memenuhi permintaan buyer.

Karena itu, 100 UMKM yang mengikuti Semarang Rise 2026 terlebih dahulu menjalani sejumlah tahapan pembinaan.

Rangkaian program berlangsung sejak Juni hingga Agustus 2026, meliputi sosialisasi, kurasi peserta, penguatan kolaborasi pentahelix hingga inkubasi intensif.

Dari 100 peserta terpilih, sebanyak 50 UMKM bergerak di sektor kuliner dan 50 lainnya berasal dari sektor kerajinan atau craft.

Pada puncak kegiatan, para pelaku usaha berkesempatan memaparkan produk sekaligus menjelaskan kapasitas produksi dan kesiapan mereka memenuhi kebutuhan pasar ekspor di hadapan buyer internasional.

“Melalui program ini kami ingin UMKM tidak hanya memiliki produk yang bagus, tetapi juga siap masuk ke pasar yang lebih luas,” kata Mita.