“Eco print kami sering dibawa ke luar negeri. Kami juga sering difasilitasi Dinas Koperasi Kota Semarang untuk mengikuti pameran, bahkan sampai ke luar negeri,” ujar Hartati.

Ia menilai karakter unik produk kerajinan menjadi salah satu kekuatan untuk bersaing di pasar internasional.

La Romzi Etnik memproduksi berbagai produk, mulai pakaian, kain, syal, tas, topi hingga pouch. Syal menjadi salah satu produk yang paling diminati.

“Syal menjadi salah satu best seller kami. Bahkan satu syal bisa digunakan dalam delapan model,” katanya.

Keunggulan lainnya terletak pada karakter eco print yang membuat setiap produk memiliki motif berbeda. Daun dan tanaman yang digunakan dalam proses produksi menghasilkan pola yang tidak selalu sama.

Konsep ramah lingkungan juga diterapkan dalam proses produksinya. Sisa tanaman yang digunakan untuk membuat motif eco print dimanfaatkan kembali sebagai pupuk.