Semarang
Enam Korban Jiwa Akibat Leptospirosis, Dinkes Semarang Perkuat Pencegahan
Enam warga Semarang meninggal akibat leptospirosis sejak akhir 2025. Dinkes Kota Semarang memperketat Operasi Tangkap Tikus.

"Operasi Tangkap Tikus kami lakukan secara berkala di wilayah berisiko. Hasilnya juga menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah pengendalian berikutnya," ujarnya.
Selain pemberantasan tikus, Dinkes terus mengedukasi masyarakat mengenai bahaya leptospirosis. Penyakit ini dapat menular ketika bakteri masuk ke tubuh melalui luka terbuka atau selaput lendir setelah seseorang kontak dengan air maupun tanah yang tercemar urine tikus.
Jika tidak segera mendapat penanganan medis, infeksi dapat menyebabkan kerusakan organ penting seperti ginjal, hati, paru-paru hingga jantung.
"Gejala awal biasanya berupa demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, dan badan terasa lemas. Jika mengalami keluhan tersebut setelah terkena banjir atau rob, segera datang ke fasilitas kesehatan," tegas Hakam.
Dinkes juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, menyimpan makanan dengan baik agar tidak mengundang tikus, menutup lubang yang menjadi akses masuk tikus ke rumah, serta menggunakan alat pelindung saat membersihkan area yang tergenang air.
Menurut Hakam, keberhasilan pengendalian leptospirosis tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga sanitasi lingkungan.
Baca juga
Baca Juga
Kategori
Berita Kategori Lainnya
Pilihan Redaksi




















