Lebih lanjut Agustina menambahkan, tanpa skrining, banyak kasus kanker baru terdeteksi setelah masuk stadium lanjut. Karena itu ia meminta Dinas Kesehatan menindaklanjuti setiap temuan hasil skrining dan menjamin penanganannya tetap gratis melalui skema Universal Health Coverage (UHC).

"Kepada Dinas Kesehatan, saya perintahkan jika ada temuan gejala dalam proses deteksi ini, saya minta ada tindak lanjut. Dan itu harus ditutup dengan UHC, supaya tidak perlu mengeluarkan pembiayaan," kata Agustina.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Semarang dengan sejumlah rumah sakit, yakni RS Siloam Hospitals Semarang, RS Samsoe H, RS William Booth, dan RSWN, bersama Rotary Club Semarang Tugu Muda dan Rotary Club Semarang Kunti. Kuota peserta screening 300 orang per hari.

Selain layanan kesehatan, kegiatan turut dimeriahkan bazar UMKM binaan Dinas Koperasi dan UKM yang berkolaborasi dengan Rotary, serta hiburan solo organ dan penampilan band lokal. Sebelum meninggalkan lokasi, Agustina turut berbaur bersama peserta mengikuti sesi line dance yang dipandu Rotary.

Agustina berharap skrining ini dapat terus berlanjut secara rutin sehingga makin banyak perempuan Kota Semarang yang terlindungi dari risiko kanker payudara sejak dini.(fi)