Peserta tidak hanya berasal dari Kota Semarang. Sejumlah daerah lain turut ambil bagian, bahkan peserta dari Malaysia telah mendaftarkan diri untuk tampil.

“Untuk folklor sudah terdaftar kurang lebih 40 penampil yang akan kita tampilkan selama dua hari. Bahkan dari Malaysia juga sudah mendaftar untuk ikut bergabung,” katanya.

Menurut Indriyasari, keterlibatan peserta dari berbagai daerah dan negara semakin memperkuat konsep Unity in Diversity yang menjadi tema Festival Kota Lama 2026.

Festival diharapkan menjadi ruang pertemuan budaya sekaligus menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi daya tarik dalam pengembangan pariwisata.

Dari Jazz hingga Pasar Malam Sentiling

Selain folklor, sejumlah agenda lain juga akan menghidupkan kawasan Kota Lama sepanjang festival.

Beberapa di antaranya adalah Pasar Malam Sentiling, Heritage Walk, Orchestra on the Street, Jazz Kota Lama, Festival Folklore, dan Wayang on the Street.