Parlemen
DPRD Dorong Pemkot Semarang Perkuat Perlindungan Sawah, Rob dan Abrasi Jadi Ancaman Serius
Ketua DPRD Kota Semarang meminta Pemkot memprioritaskan perlindungan sawah produktif dari ancaman rob, abrasi, dan kekeringan.

SEMARANG – Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman meminta Pemerintah Kota Semarang lebih serius menjaga keberlangsungan lahan pertanian produktif sebagai penyangga utama ketahanan pangan daerah. Menurutnya, perlindungan terhadap sawah dan kawasan pertanian harus menjadi prioritas di tengah ancaman rob, abrasi, hingga kekeringan yang masih menghantui sejumlah wilayah.
Pria yang akrab disapa Pilus itu menilai Kota Semarang masih memiliki potensi pertanian yang besar meski berkembang sebagai kota metropolitan. Sawah produktif, lahan pertanian lestari, kawasan tambak, dan wilayah pesisir harus dipertahankan agar mampu terus menghasilkan komoditas pangan bagi masyarakat.
"Ketahanan pangan tidak cukup hanya berbicara soal produksi. Yang harus dijaga lebih dulu adalah lahannya. Kalau lahannya rusak, tentu hasil pertanian juga akan menurun," ujar Pilus.
Ia meminta pemerintah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap berbagai persoalan yang dihadapi petani. Menurutnya, kerusakan jaringan irigasi, abrasi pantai, banjir rob, hingga minimnya pasokan air pada musim kemarau menjadi persoalan yang harus segera ditangani.
Pilus menilai kerusakan kawasan pesisir akibat abrasi telah berdampak terhadap tambak masyarakat. Kondisi serupa jangan sampai merembet ke lahan sawah yang selama ini masih menjadi penopang produksi pangan Kota Semarang.
"Tambak sudah banyak terdampak abrasi. Jangan sampai sawah produktif ikut rusak. Pemerintah harus hadir agar produktivitas pertanian tetap terjaga," katanya.
Baca juga
Baca Juga
Pilihan Redaksi














