Teknologi pengolahan air ini sekaligus menjadi bukti bahwa hasil riset perguruan tinggi dapat dikembangkan menjadi solusi praktis untuk kebutuhan masyarakat dalam kondisi darurat.

Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menegaskan komitmen kampus untuk terus mendarmabaktikan hasil penelitian dan inovasi bagi masyarakat.

“Pada prinsipnya, UNDIP sangat berkomitmen untuk mendarmabaktikan hasil riset dan inovasi agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Hari ini, salah satunya kita wujudkan melalui penyerahan Unit Pengolahan Air Tanggap Bencana buatan UNDIP untuk digunakan dalam penanganan bencana,” ujar Prof. Suharnomo.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya memiliki peran dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Prof. Dr. I Nyoman Widiasa, S.T., M.T., selaku inovator Unit Pengolahan Air Tanggap Bencana, menyebut penyerahan lima unit tersebut sebagai langkah awal kontribusi UNDIP dalam mendukung penanganan bencana di Indonesia.

“Ini merupakan awal kontribusi UNDIP dalam mendukung tanggap bencana di Indonesia. Kami berharap kepercayaan ini terus berkembang sehingga UNDIP dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam kebencanaan di Indonesia,” ujarnya.