Selain itu, kerja sama juga dilakukan dalam bentuk pembinaan dan pelatihan literasi bahasa dan sastra di Kota Semarang. “SABDA atau Sistem Adaptif Belajar Bahasa Daerah serta Sibaja atau Senarai Istilah Budaya Jawa juga bisa dimanfaatkan di lingkungan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang,” tegas Laily.

Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang, Nur Huda Iskandar menyambut baik dan mengapresiasi atas kerja sama yang akan dilaksanakan bersama Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.

“Ini menjadi sebuah langkah kolaboratif dalam upaya kita bersama untuk memperkuat ekosistem literasi. Karenanya kami berterima kasih kepada Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dan semua pihak yang memiliki komitmen kuat untuk dapat bersama-sama mencerdaskan bangsa dan masyarakat,” tegas Huda.

Apresiasi Peluncuran 58 Judul Buku Cerita Anak Dwibahasa

Selain penandatanganan kerja sama, acara ini merayakan keberhasilan peluncuran 58 judul Buku Cerita Anak Dwibahasa Jawa-Indonesia Tahun 2026. Buku-buku hasil kolaborasi inklusif antara penulis, penerjemah, dan ilustrator lokal ini bertujuan memberikan bahan bacaan yang bermutu, menarik, serta memupuk kecintaan anak-anak terhadap bahasa Indonesia dan bahasa Jawa sebagai bagian dari kekayaan budaya.  

Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan apresiasi atas keberhasilan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah yang meraih penghargaan dari Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai UPT dengan Kontributor Karya Cetak dan Karya Rekam Digital Terbaik.